Kenapa Manusia Harus di Didik??
Mengapa
Manusia Harus di Didik??
Ø Mengapa
Manusia Perlu di Didik?
Bertolah dari aliran konvergensi saya mencoba
menganalisa dan memberi jawaban mengapa manusia perlu mendapatkan pendidikan
dan mengapa manusia harus dapat mendidik ?
Pada hakekatnya manusia itu adalah animal educable
(binatang yang dapat dididik), animal educandum (binatang yang harus dididik)
dan homo educandus( makhluk yang dapat mendidik). Dari hakekat ini jelas bahwa
pendidikan itu merupakan keharusan mutlak bagi manusia. Oleh karena itu mengapa
manusia perlu dididik maka dapat ditinjau dari berbagai aspek.
Pada waktu kehidupan permulaan (bayi/anak-anak),
mula-mula yang paling berperan adalah dari segi fisik, kemudian secara berangsur-angsur
segi rohani berganti memegang peranan penting. Perkembang fisik individu
ditentukan oleh dua faktor yaitu maturation (kematangan) dan learning
(belajar).
Seorang anak akan dapat berjalan jika memiliki
tulang-tulang kaki dan otot yang cukup kuat disertai dorongan untuk berjalan
adalah faktor kematangan. Tetapi kematangan itu sendiri belum cukup untuk
memiliki kemampuan untuk berjalan, ia harus belajar terus dan dibantu oleh
orang lain.
Ditinjau dari sisi lain hakekat manusia adalah
sebagai makhluk individu dan sosial, terdiri dari unsur jiwa dan raga yang
diciptakan oleh Tuhan lewat hubungan orang tua untuk hidup bersama secara sah
lewat pernikahan, karena itu secara kodrat orang tua harus mendidik anak-anaknya
secara bertanggung jawab.
Orang tua tidak cukup hanya memberikan makan minum
pakaian kepada anaknya, tetapi harus berusaha bagaimana agar anaknya menjadi
pandai, bahagia dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Pada hakekatnya usaha-usaha yang dlakukan dalam
pendidikan memang tertuju pada masalah keseimbangan, keselarasan, keserasian
perkembangan kepribadian dan kemampuan manusia. Emmanuel Kant mengatakan bahwa
“ manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”.
Prof. Dr. N. Driyarkoro memberi istilah “hominisasi
ke humanisasi“ (memanusiakan manusia). Jadi jika manusia itu tidak dididik maka
tidak akan menjadi manusia yang sebenarnya.
Perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor dari
dalam dirinya dan faktor dari luar. Faktor dari dalam meliputi semua potensi
yang dibawa sejak lahir, potensi ini tetap terpendam apabila tidak dikembangkan
melalui pendidikan, ini pun juga tergantung dari kemauan (aktivitet). Jadi
pendidikan fungsinya untuk mengaktualisasikan potensi-potensi tersebut. Faktor
dari luar yang dapat mempengaruhi perkembangan manusia yaitu lingkungan alam.
Artinya lingkungan anak dengan anak, anak dengan orang dewasa, orang dewasa
dengan orang dewasa yang saling berinteraksi. Lingkungan budaya berupa sopan
santun, TV dan majalah. Serta lingkungan alam secara geografisnya, namun karena
perkembangan iptek pengaruh lingkungan alam dapat diatasi.
Ø Batas-batas
Kemungkinan Pendidikan
Dalam menentukan batas batas
pendidikan manusia akan mengalami persoalan, mereka akan menemui beberapa pertanyaan tentang kapan pendidikan
dimulai dan bila mana pendidikan akan berakhirDan juga pernah kita temukan satu
istilah dalam bahasa inggris yang menyatakan : "Long Live Education” yang
artinya “Pendidikan Seumur Hidup”.
Dari pernyataan pernyatan tersebut tergambarkan jelas
bahwa pendidikan akan dimulai segera setelah anak lahir dan akan berlangsung
terus sampai manusia meninggal dunia, sepanjang ia mampu menerima
pengaruh-pengaruh. Oleh karena itu pendidikan akan berlangsung seumur hidup.
Namun dalam mengalami proses pendidikan menusia akan
mendapatkan pendidikan dimana akan terdapat pembatasan nyata dari proses
pendidikan dalam jangka waktu tertentu.
Kapan pendidikan itu dimulai ?
Pendidikan dimulai dengan pemeliharaan yang
merupakan persiapan ke arah pendidikan nyata, yaitu pada minggu dan bulan
pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru
terjadi kemudian. Pendidikan dalam bentuk pemeliharaan adalah bersifat murni,
sebab pada pendidikan murni diperlukan adanya kesadaran mental dari si
terdidik.
Dari segi psikologis usia 3 – 4 tahun dikenal
sebagai masa berkembang atau masa krisis, dari segi pendidikan justru pada masa
itu terbuka peluang ketidak patuhan yang sekaligus merupakan landasan untuk
menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya. Disini pulalah mulai terbuka
penyelenggaraan pendidikan artinya sentuhan-sentuhan pendidikan untuk menumbuh
kembangkan motivasi anak dalam perilakunya ke arah tujuan pendidikan.
Bilamana pendidikan itu berakhir ?
Sebagaimana sulitnya menetapkan kapan sesungguhnya
pendidikan anak berlangsung untuk pertama kalinya, begitu pulalah sulitnya
menentukan kapan pendidikan itu berlangsung untuk terakhir kalinya.
Sehubungan dengan itu, perlu suatu kehati-hatian kalau
juga ingin mengatakan bahwa sepanjang tatanan yang berlaku, proses pendidikan
itu mempunyai titik akhir yang bersifat alamiah. Titik akhir bersifat
prinsipel dan tercapai bila seseorang
manusia muda itu dapat berdiri sendiri dan secara mantap mengembangkan serta
melaksanakan rencana sesuai pandangan hidupnya.
Pada kondisi yang disebutkan di atas pendidikan
sudah tidak menjadi masalah lagi, ia telah dapat mendidik dirinya sendiri,
tetapi tidaklah dapat disangkal bahwa mungkin juga diperlukan untuk tetap
menerima ajaran dalam bidang-bidang tertentu dalam memajukan kehidupanya,
bantuan pendidikan yang demikian itu disebut pembentukan manusia dewasa.
Adapun secara umum yang disebut manusia dewasa
adalah :
1. Manusia
mandiri
Dapat hidup sendiri, mengambil
keputusan sendiri tanpa menggantungkan diri kepada orang lain.
2. Manusia yang bertanggung jawab
Manusia yang dapat mempertanggungjawabkan
segala perbuatannya
dan dapat
dimintai pertanggung jawaban dari perbuatannya.
3. Manusia yang mampu memahami dan melakukan norma
serta moral dalam kehidupan
Maka dari itu, manusia dewasa akan lebih dapat
mendidik dirinya sendiri dibandingkan orang lain, namun dalam keadaan tertentu
manusia dewasa juga akan membutuhkan didikan dari orang lain.
Hasil Pendidikan
Hasil Pendidikan berupa perubahan sikap dan tingkah
laku. Contohnya, penambahan keterampilan, pengetahuan, cara bersosialisasi,
menerapkan aturan, tata karma dan nilai-nilai.
tampilan cukup bagus,,,, jika isinya dipoles dengan bahasa yg menarik. Tulisan ini akan punya ruh sendiri untuk enak dibaca
BalasHapus